Sumber: timesindonesia.co.id

Subang, LiputanIslam.com– Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Subang, Kiai Jampang Muda mengatakan bahwa berbagai tradisi yang dilakukan warga NU sebenarnya memiliki andil besar dalam menjaga perdamaian bangsa. Salah satu di antaranya adalah Muludan yang di dalamnya terdapat beberapa hikmah sosial, seperti gotong royong, urunan, dan silaturahim.

“Alhamdulillah dengan adanya kegiatan Muludan ini kita bisa saling silaturahim satu sama lain karena terkadang masalah itu muncul disebabkan oleh kurangnya silaturahim kita dengan yang lain sehingga menimbulkan sikap saling curiga,” ucapnya di Subang, Jawa Barat pada Kamis (28/11).

Begitu juga dengan tahlilan yang digelar sampai tujuh hari berturut-turut. Menurutnya, tradisi ini mempunyai hikmah tersendiri untuk orang yang masih hidup, di antaranya adalah silaturahim antarmasyarakat akan tetap terjaga. Belum lagi kegiatan istighotsah, manakiban, rajaban, dan tradisi NU lainnya.

“Dengan adanya kegiatan-kegiatan itu masyarakat akan saling menyapa dan berkomunikasi dengan obrolan yang positif karena tidak mungkin dalam kegiatan keagamaan semacam itu akan berbicara hal yang tidak senonoh,” katanya.

Baca: Yudi Latif: SD Tidak Perlu UN, Cukup Ajarkan Hal Mendasar ini

Keberadaan organisasi kemasyarakatan (Ormas) seperti NU berperan penting dalam menjaga perdamaian ditengah keberagaman bangsa. Sebagai ormas terbesar di Indonesia, NU kini terus menjunjung tinggi nilai-nilai perdamaian dan kemanusiaan. (aw/NU).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*