KPK 1Jakarta, LiputanIslam.com — Setelah menetapkan Komjen Budi Gunawan, calon tunggal Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) sebagai tersangka, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuai serangan dari berbagai lini dan bertubi-tubi. Fenomena ini dinilai sebagai salah satu upaya untuk melemahkan lembaga yang paling ditakuti koruptor tersebut.

Siapa saja yang menyerang KPK? (Baca sebelumnya: Tetapkan Komjen Budi Sebagai Tersangka, KPK Diserang Bertubi-tubi (1))

Partai Politik

Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh menuding ada siasat politik yang dijalankan KPK di balik kasus Budi Gunawan.

“Jangan coba-coba bermain. Kalau sampai itu terjadi, dia akan berhadapan dengan nurani dan logika,” ujar Paloh, seperti dilansir tempo.co, 23 Januari 2015.

Ia juga mendukung penuh langkah Komjen Budi yang mengadukan KPK ke Kejaksaan Agung. Menurut Paloh, apa yang dilakukan Budi adalah langkah pembelaan diri yang harus dihargai.

“Hari ini Budi Gunawan jadi suspect, siapa yang jamin besok ada lagi? Siapa yang jamin orang baik tidak jadi tersangka, bisa saja Abraham Samad. Jadi, think positive, bukan sinisme atau prejudice,” papar dia.

Sedangkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), melalui Hasto Kristiyanto, blak-blakan bicara di media terkait tulisan seorang Kompasianer yang berjudul  ‘Rumah Kaca Abraham Samad’. Ia membenarkan adanya pertemuan antara Abraham dengan petinggi PDIP untuk menjajaki peluang menjadi calon wakil presiden mendampingi Jokowi dalam Pemilu 2014.

Kendati pertemuan ini dibantah Abraham, Hasto menegaskan akan membawa saksi yang menguatkan bahwa bertemuan itu benar-benar terjadi. Bahkan Hasto mengaku dirinya punya bukti otentik berupa foto atas pertemuan itu.

Komjen Budi Gunawan

Melalui kuasa hukumnya, Komjen Budi Melaporkan dua pemimpin KPK, Abraham Samad dan Bambang Widjojanto, ke Kejaksaan Agung. Pasal yang digunakan adalah pembiaran dan penyalahgunaan wewenang.

Lalu, ia juga melaporkan KPK ke Mabes Polri, dan mengajukan gugatan praperadilan terhadap KPK ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Sekelompok Mahasiswa di Solo

http://www.wartatv.com/index.php?view=video&id=18051:demo-kpk-warga-dan-mahasiswa-bakar-foto-abraham-samad&option=com_jomtube&Itemid=178

http://www.wartatv.com/index.php?view=video&id=18051:demo-kpk-warga-dan-mahasiswa-bakar-foto-abraham-samad&option=com_jomtube&Itemid=178

Serangan terhadap KPK juga datang dari sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Relawan Nasional untuk Keadilan. Mereka menuntut agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak terseret ke arus politik praktis dan tetap independen.

Selain berorasi, mahasiswa juga membakar foto Abraham Samad, dan mereka menyoroti kinerja KPK yang penuh muatan politis saat menetapkan Komjen Budi sebagai tersangka.

“KPK tidak boleh terseret dalam politik praktis. Mereka harus tetap pada jalurnya, karena selama ini sudah mendapat kepercayaan dari rakyat untuk memberantas pelaku koruptor di Indonesia,” ujar koordinator aksi, Rizal Daniel saat berorasi, 22 Januari 2015 seperti dilansir merdeka.com.

Rizal menilai akhir-akhir ini masyarakat mulai digiring untuk tidak percaya terhadap sosok presiden atas pilihannya. Dia juga menduga tubuh KPK sudah ditunggangi kepentingan politik.

“Kami menyayangkan langkah yang diambil KPK dengan menetapkan Budi Gunawan menjadi tersangka di saat Presiden Jokowi mencalonkan dirinya sebagai Kapolri. Penetapan itu seharusnya jauh-jauh hari sebelum dicalonkan oleh Presiden,” tandasnya.

Menurut dia, sebenarnya banyak nama yang sudah ditetapkan oleh KPK terkait tersangka korupsi. Suryadharma Ali, kata dia, sampai saat ini masih belum ditahan.

“Sebagai mahasiswa, kami hanya berharap kepada KPK untuk tetap berimbang dan mengutamakan tugas utamanya, bukan mengutamakan kepentingan tertentu,” pungkasnya. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL