Sumber: Presstv

Amman,LiputanIslam.com—Pemerintah Malaysia akhirnya membuka kantor kedutaannya untuk Palestina di Ibu Kota Amman, Yordania, usai pemerintah Israel menolak negara itu untuk mendirikan kantornya di kota Ramallah, West Bank.

The Jerussalem Post melaporkan, Menlu Israel menganggap langkah yang diambil oleh Perdana Menteri Mahathir Mohamad adalah tindakan anti-Semit dan anti-Israel.

Sebelumnya, Menlu Malaysia, Saifuddin Abdullah, telah mengatakan tidak adanya hubungan diplomatik antara Kuala Lumpur dan Tel Aviv menjadi sebab sulitnya Malaysia membuka kedutaannya di wilayah Palestina.

“Itulah alasan utama mengapa kami tidak bisa membuka kantor di Ramallah, West Bank. Jika kedubes kami ada di Ramallah, Malaysia secara resmi perlu berhubungan dengan Israel, untuk mengurus masalah logistik, administrasi, dan urusan-urusan imigrasi,” ucapnya pada 31 Oktober lalu.

Menurut Saifuddin, pemerintah Malaysia sangat ingin membuka kedubesnya untuk Palestina sesegera mungkin.

Petugas kementerian kami sedang berusaha mengumpulkan informasi untuk mewujudkan keputusan ini dan mendapatkan masukan dari berbagai pihak yang telah membuka kedubesnya di Palestina.

Baca: PBB Minta Israel Keluar dari Wilayah Kependudukan Golan

Pada 25 Oktober lalu, PM Mahathir telah memutuskan akan membuka kedubes untuk Palestina agar bisa mengirim bantuan untuk orang-orang Palestina dengan lebih mudah. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*