foto: tribun

foto: tribun

Jakarta, LiputanIslam.com — Berita ditenggelamkannya tiga kapal milik nelayan asal Vietnam di Laut Natuna turut menghiasi berbagai media massa internasional, seperti kyodonews.com (Jepang), straitimes.com (Singapura), wallstreetjournal.com (Amerika Serikat), dan AFP (Perancis).

WSJ menyebut, Indonesia telah memenuhi komitmennya untuk memberantas illegal fishing, dan sikap ini, dinilai sebagai langkah berani Presiden Joko Widodo di tengah banyaknya kritikan yang dilontarkan lawan politiknya. (Baca: Tiga Kapal Asing Diledakkan, Masih Berani Mencuri di Indonesia?)

“Lawan politik Presiden Jokowi menilai langkah-langkah seperti itu akan merugikan hubungan antar negara-negara tetangga,” tulis WSJ.

Namun juru bicara Angkatan Laut Indonesia, Laksamana Manahan Simorangkir, menepis kekhawatiran tersebut. Menurut dia, negara-negara tetangga akan memahami bahwa kapal tersebut disita dan telah diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Kami melakukannya untuk memberikan pelajaran dan untuk mencegah illegal fishing,” jelas Simorangkir.

“Pesan yang kami ingin sampaikan adalah, tidak boleh lagi ada pihak asing yang mencuri dari wilayah Indonesia. Rakyat Indonesia harus mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya dari perairan kami sendiri,” tegas Simorangkir.

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berencana untuk kembali mengeksekusi sisa kapal hasil tangkapan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan TNI AL. Hal tersebut rencananya akan dilakukan di dua perairan berbeda.

“Minggu depan di Batam dan minggu depannya lagi di Pulau Aru (Maluku),” kata Susi, & Desember 2014 seperti dilansir merdeka.com.

Penenggelaman kapal, kata dia, untuk memberikan sinyal keseriusan pemerintah menertibkan kapal asing ilegal. Namun, kata Susi, tidak semua kapal yang tertangkap akan ditenggelamkan. Ada beberapa kapal akan diberikan ke nelayan.

Seperti diketahui, saat ini kapal patroli di Indonesia masih kesulitan beroperasi, lantaran luasnya wilayah perairan Indonesia, dan minimnya bahan bakar. Untuk itu, Susi menilai, ancaman dan eksekusi seperti ini wajib diterapkan agar nelayan-nelayan asing tidak berani lagi mencuri ikan di Indonesia.

“Kita akan tangkap lebih banyak lagi, kita ambil dikasih ke nelayan. Sebagian ditenggelamkan supaya ada efek jera. Karena laut kita sangat luas, armada patroli kita tidak banyak,” jelas Susi.

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL