persiapan peledakan kapal asing. foto: detik

persiapan peledakan kapal asing. foto: detik

Jakarta, LiputanIslam.com — Tiga kapal asing pencuri ikan asal Vietnam akhirnya diledakkan di perairan wilayah Pulau Anambas, Kepulauan Riau, Jumat, 5 Desember 2014. Ketiganya diledakkan dengan senjata dari Kapal Navigasi Bintang Laut 4801 oleh Satuan Kopaska Koarmabar. Para nahkoda dan ABK kapal tersebut sudah lebih dulu dievakuasi ke KRI Barakuda-633.

Seperti diketahui, sejak awal Presiden Joko Widodo dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti telah mewanti-wanti bahwa pemerintah akan menindak tegas para nelayan asing yang mencuri ikan di teritorial Indonesia. Dari laporan yang dirilis Kementerian Kelautan dan Perikanan, kerugian akibat illegal fishing di mencapai triliunan rupiah.

Hanya saja, warning dari pemerintah tersebut tidak dianggap serius. Misalnya, Menteri Luar Malaysia Anifah Amin, tidak yakin bahwa Indonesia berani menenggelamkankan kapal asing, sebagaimana yang diintruksikan oleh Presiden Jokowi.

“Saya tidak percaya pernyataan itu dibuat oleh Presiden Jokowi dan saya akan menyelidiki dugaan ini,” kata dia, seperti dilansir merdeka.com, 23 November 2014.

Berikut ini adalah dampak positif atas kebijakan kemaritiman Indonesia;

Harga Ikan di Indonesia Mulai Murah

Menteri  Susi mengatakan moratorium kapal penangkap ikan dengan ukuran diatas 30 gross ton (GT) membuat masyarakat bisa makan ikan laut lagi dengan harga murah.

“Sebagai contoh ikan tenggiri, saya dapat SMS bahwa harganya sudah murah di pasar lokal,” kata Susi, 1 Desember 2014 seperti dilansir cnnindonesia.com.

Dengan harga ikan laut yang semakin murah, lanjut Susi, masyarakat bisa makan ikan laut dan tidak perlu lagi banyak memakan ikan budidaya seperti lele dan mujair.

Harga Ikan di Malaysia dan Singapura Melonjak

Sebaliknya, harga ikan di Malaysia dan Singapura mulai melonjak sejak ratusan nelayan Malaysia ditangkap.

“Harga ikan di Singapura dan Malaysia mulai naik, karena cost berkurang. Berarti ini keuntungan buat eksportir Indonesia untuk bisa ekspor ikan segar yang selama ini nggak bisa dilakukan,” paparnya.

Sekedar informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan harga ikan segar mengalami penurunan harga sebesar 1,27 persen terhadap Oktober 2014. Komoditas tersebut mampu menghambat laju inflasi bulan kesebelas ini yang tercatat 1,5 persen.

“Ikan segar menyumbang deflasi 0,02 persen karena terjadi penurunan harga 0,37 persen pada November 2014,” ujar Kepala BPS Suryamin.

Negara Lain Mulai Ketar-ketir

“Kebijakan yang saya buat sudah dapatkan artikel analisis positif. Walaupun mereka (negara asing) ketar-ketir tapi mereka tahu, this is Indonesia Right and starting announcing what Indonesia want,” papar Susi.

Indonesia telah membuktikan bahwa ancaman untuk menenggelamkan kapal asing bukanlah gertak sambal semata. Setelah ini, masihkah ada kapal nakal lainnya yang nekat masuk dan mencuri di Indonesia? (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL