Sumber: tempo.co

Jakarta, LiputanIslam.com— Pemerintah telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2020 di kisaran 5,3 – 5,6 persen. Dari angka tersebut, target pertumbuhan investasi pada tahun depan ditetapkan sebesar 7 – 7,4 persen.

Ekonom Institute For Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menilai, target pemerintah tersebut terlalu tinggi. Menurutnya, target pertumbuhan investasi di atas tujuh persen tidak realistis.

Baca: Pemerintah Upayakan Pemulihan Investasi dan Ekspor

Bhima memaparkan, pertumbuhan investasi akan tertahan oleh perlambatan ekonomi global dan perang dagang yang belum mereda.

“Tahun depan ada pemilu AS (Amerika serikat). Dikhawatirkan Presiden Trump gunakan trade war sebagai senjata politik. Jadi, kondisi bisa saja mengalami eskalasi, tidak mereda dalam waktu dekat dan berpengaruh ke keputusan investasi,” ujarnya, Minggu (16/6).

Selain itu, kata dia, investasi yang berasal dari belanja modal pemerintah, porsinya sulit dinaikkan terlalu tinggi karena rasio pajak makin berat sehingga khawatir defisit anggaran melebar.

untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN) bergantung pada strategi BUMN apakah tetap memacu proyek infrastruktur. Sementara utang BUMN meningkat pesat dan volatilitas makro bisa membuat risiko pendanaan naik.

“Jadi outlooknya investasi masih lambat. PMTB bisa tumbuh 5-6 persen saja sudah bagus untuk 2020,” ucapnya. (sh/kontan/ekonomi.bisnis)

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*