Sumber: medcom.id

Jakarta, LiputanIslam.com— Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah akan berupaya untuk memulihkan investasi dan ekspor pada 2020. Kedua sektor ini selalu rentan terhadap ketidakpastian global.

“Kita lihat dalam jangka waktu 10 tahun terakhir, investasi dan ekspor itu volatilitasnya cukup tinggi. Jadi ini mungkin dua hal yang harus kita hati-hati,” kata Sri Mulyani, Senin (20/5).

Dalam hal ini, pemerintah akan merumuskan kebijakan untuk mengantisipasi ketidakpastian global tersebut. Pemerintah juga akan menjaga konsumsi rumah tangga yang selama ini telah terjaga dengan baik melalui perbaikan daya beli, stabilitas harga dan penguatan kepercayaan konsumen.

Baca: Ekonom Nilai Target Pertumbuhan Investasi Sulit Tercapai 

Sri Mulyani berharap pertumbuhan Indonesia berada di atas lima persen dengan komposisi konsumsi rumah tangga di atas 55 persen dari PDB.

“Maka pertumbuhan dari sisi konsumsi harus terjaga di atas lima persen,” ujar dia.

Selain itu, pemerintah juga akan menerapkan kebijakan countercyclical dalam kebijakan fiskal. Hal ini dilakukan agar belanja pemerintah tumbuh tinggi dan bisa menjadi stimulus bagi pertumbuhan ekonomi.

Upaya pemerintah ini terlihat pada kuartal I 2019 dengan realisasi konsumsi pemerintah tumbuh 5,21 persen. Angka tersebut lebih tinggi dari periode sama 2018 sebesar 2,71 persen. (sh/antaranews/republika)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*