Sumber: merdeka.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan posisi utang pemerintah terhadap produk domestik bruto masih aman.

Sri Mulyani menyebutkan, rasio utang pemerintah saat ini hanya sebesar 30 persen terhadap PDB. Sedangkan, batas maksimal yang ditetapkan dalam Undang-Undang tentang Keuangan Negara No,17 tahun 2003 sebesar 60 persen. Dengan demikian, rasio utang Indonesisa masih jauh dari batas maksimal.

Baca: Utang Indonesia Meningkat, JK: Masih Aman

“Posisi utang rasio 30 persen dari PDB. Akan terus dijaga,” kata Sri Mulyani di Jakarta, Senin (4/11).

Dia menerangkan, rasio utang pemerintah masih lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara lain. Dia mencotohkan, rasio utang Jepang mencapai 200 persen dari PDB, Singapura 113 persen dari PDB dan Malaysia di atas 50 persen dari PDB.

“Tingkat rasio utang kita dibanding negara-negara maju, yang 30 persen, cukup baik dan rendah,” kata dia.

Dia mengaku akan terus mengelola dan menjaga utang dengan prinsip kehati-hatian, baik dari sisi level maupun pertumbuhannya.

“Dari pengelolaan utang yang hati-hati dan selalu kita jaga, dari sisi level maupun pertumbuhannya, pembayaran bunga utang kita telah turun, dilihat dari perkembangan yield SBN tenor 10 tahun kita,” ujarnya.

Kementerian Keuangan mencatat, hingga akhir Agustus 2019, total utang pemerintah pusat menacapai Rp 4.680 triliun, atau naik 7 persen dari periode yang sama tahun lalu.  Pada akhir tahun ini, utang pemerintah diprediksi akan bertambah 18,9 persen menjadi Rp 5.269 triliun. (sh/liputan6/katadata)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*