Sumber: republika.co.id

Jakarta, LiputanIslam.com— Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai kenaikan tarif cukai rokok tidak akan mengerek inflasi. Dia optimis inflasi pada tahun depan akan sesuai target di angka 3,1 persen.

“Jadi over all kami tetap optimis akan sesuai dengan target inflasi tahun depan,” kata Sri Mulyani, Selasa (17/9).

Dia menegaskan, pemerintah telah mempertimbangkan seluruh aspek sebelum menaikkan tarif cukai rokok dengan rata-rata 23 persen. Dia menuturkan, tarif tersebut telah menyesuaikan dengan belanja pemerintah pada tahun depan.

Baca: Menko Darmin: Kenaikan Tarif Cukai Rokok itu Hal Wajar

“Kami harap bisa menjadi penyangga terhadap berbagai kebijakan perubahan yang kami lakukan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan, kebijakan kenaikan tariff cukai rokok  akan berdampak terhadap peningkatan inflasi.

Dia menerangkan, rokok  memberikan andil inflasi dari sisi kelompok administered price atau harga yang diatur pemerintah. Setiap bulannya, rokok berkontribusi terhadap inflasi sebesar 0,01 persen.

“Setiap bulan kan ada kenaikan, tapi tipis ya kontribusinya,” ucapnya.

Meski demikian, menurutnya, kontribusi kenaikan tarif cukai terhadap inflasi tidak terlalu besar.

“Ada (pengaruhnya ke inflasi) tapi mudah-mudahan enggak besar,” kata dia.

Namun, dia mengaku masih belum bisa memastikan secara detail dampak kenaikan cukai rokok. Sebab, penerapan kebijakan tersebut harus dilihat lebih jauh.

“Belum tahu dampaknya seberapa jauh, kami harus melakukan exercise dulu. Mudah-mudahan tidak terlalu besar,” ungkapnya. (sh/liputan6/cnnindonesia)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*