Sumber: merdeka.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan keputusan pemerintah menaikkan tarif cukai rokok sebesar 23 persen adalah hal yang wajar.

Menurut Darmin, meskipun kenaikan tarif cukai besar, tapi sudah mempertimbangkan beragam aspek, seperti menjaga kesehatan dan menambah penerimaan negara.

Baca: Tarif Cukai dan Harga Rokok di Indonesia Masih Murah Meski Naik

“Pertimbangan cukai rokok, tahun lalu tidak naik, sehingga naiknya wajar kalau lebih besar,” kata Darmin.

Dia menyampaikan, peningkatan tarif cukai rokok dilakukan demi menjaga kesehatan dengan menurunkan tingkat konsumsi rokok.

“Kenaikan cukai rokok itu memiliki beberapa objektif, pertama urusan menurunkan konsumsi karena alasan kesehatan,” ucapnya.

Selain itu, kenaikan tersebut juga menambah penerimaan negara. Dalam Rancangan Anggaran Penerimaan dan Belanja (APBN) 2020, pendapatan cukai ditargetkan sebesar Rp179,2 triliun.

Dia menyatakan, semuanya telah dipertimbangkan oleh pemerintah termasuk kelangsungan penyerapan tenaga kerja.

“Nah, dari semua itu di timbang-timbang. Angkanya yang sudah diceritakan Bu Sri Mulyani,” ujarnya.

Rencana kenaikan tarif cukai rokok akan diberlakukan pemerintah mulai awal tahun depan. Keputusan tersebut akan dituangkan dalam peraturan menteri keuangan. Adapun rata-rata kenaikan tarif cukai sebesar 23 persen dan harga jual sebesar 35 persen. (sh/republika/cnnindonesia)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*