Bantul, LiputanIslam.com — Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Bantul Bambang Pin Erwanto di Bantul, menyatakan budi daya ikan dan padi dengan memanfaatkan lahan yang sama (sistem minapadi) dapat meningkatkan produktivitas panen komoditas pangan padi dan ikan.

“Dengan sistem minapadi otomatis produktivitas panen meningkat, karena salah satunya hama dari padi itu berkurang. Hma penyakit tanaman sudah ada predatornya yaitu ikan tersebut,” kata Bambang Pin Erwanto di Bantul, Sabtu (5/10).

Buktinya, satu hektare lahan padi dapat menghasilkan sekitar 11,1 ton dengan menggunakan sistem minapadi. Tetapi kalau hanya padi saja tidak dengan ikan hasil panennya hanya sekitar 9,5 ton.

Selain itu, sistem minapadi juga menghemat pemupukan dan perawatan. Sehingga pendapatan petani meningkat dan sekaligus menghemat operasional tanam maupun budi daya ikan.

“Pemupukan ini juga efisiensi. Kalau hanya padi biasa ini sekitar 23 kali, kalau dengan minapadi hanya pada saat awal penanaman, jadi cuma satu kali. Kemudian tidak perlu adanya gosrok atau matun, karena hama gulma, hama tanaman ini sudah dimakan oleh ikan,” katanya.

Bambang Pin mengatakan keunggulan lainnya adalah tidak perlu penyemprotan pestisida, karena umumnya petani daerah ini menyemprot pestisida pakai kimiawi untuk mencegah serangan hama, padahal untuk hasil yang didapatkan kurang sehat.

“Pestisida kimia ini tidak perlu karena sudah dieleminasi oleh ikan, sehingga menuju pada pertanian yang ramah lingkungan. Saya tidak mengatakan organik, namun menuju ke organik. Selanjutnya memperoleh pendapatan tambahan, karena selain padi ada ikan yang dipanen,” katanya.

Baca juga: Sistem Minapadi InfonIndo Kian Mendunia

Sementara, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong berbagai daerah, yang menerapkan sistem minapadi untuk menjadikan kawasannya sebagai daerah wisata, sehingga akan berdampak kepada peningkatan kesejahteraan warga setempat.

“Ke depan lokasi minapadi ini dapat juga dikembangkan dan dimanfaatkan sebagai lokasi agrowisata yaitu pariwisata berbasis penggunaan lahan pertanian atau perikanan untuk menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk swafoto,” kata Dirjen Budidaya Perikanan KKP Slamet Soebjakto dalam rilis yang diterima di Jakarta, Sabtu (7/9).

Sistem minapadi merupakan model inovasi akuakultur yang tepat guna, dan potensial untuk diadopsi dan dikembangkan oleh masyarakat. Selain keuntungan berlipat, model ini juga sangat ramah lingkungan. (Ay/Antara)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*