minyak bumiJakarta, LiputanIslam.com— Iran dan Indonesia telah sepakat untuk membentuk perusahaan bersama untuk melakukan ekspor produk minyak dan petrokimia. Hal itu disampaikan oleh Direktur Perusahaan Pertokimia Iran (IPCC), Mehdi Sharifi Niknafs.

“Antara Iran dan Indonesia telah sepakat untuk bekerjasama membangun badan usaha, yang akan melakukan ekspor minyak, dan MoU (nota kesepahaman) telah ditandatangani,” ujar Mehdi, seperti dilansir Press TV, 14 Novemer 2014.

Mehdi menuturkan bahwa Indonesia tertarik untuk mengimpor produk minyak dan petrokimia dari Iran, apalagi, kondisi produksi minyak di Indonesia selama beberapa tahun terakhir mengalami penurunan. Dengan kesepakatan ini, nantinya, Indonesia akan mengimpor minyak langsung dari Iran, tanpa melalui perantara.

“Kami berencana untuk membangun tangki penyimpanan di salah satu zona bebas Indonesia dalam beberapa bulan mendatang,” tambah Mehdi.

Menurut Iran Nasional Petrochemical Company (NPC), negara ini telah mengekspor lebih dari 7,8 juta ton petrokimia senilai lebih dari USD 5,1 miliar pada enam bulan terakhir. Sebagai salah satu negara eksportir minyak, Iran berencana untuk turut meningkatkan ekspor petrokimia.

Seperti diketahui, Iran mengikuti jejak Angola yang telah menekan kerjasama untuk memasok minyak mentah ke Indonesia. Beberapa waktu lalu, Negeri Mullah tersebut kembali menyatakan kesiapannya bertransaksi minyak mentah ke kilang pengolahan bahan bakar minyak di Indonesia.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Naryanto Wagimin mengatakan pemerintah akan menyiapkan segala sesuatu untuk menindaklanjuti tawaran pasokan crude (minyak mentah) tersebut.

“Kami akan bahas lebih jauh dalam working group (tim teknis),” katanya.

Selain memasok crude, lanjut Naryanto, Iran juga berkeinginan melanjutkan kerja sama pembangunan kilang pengolahan yang sempat terhenti, melalui skema tetap yakni bekerja sama dengan perusahaan Indonesia dan Iran menyediakan minyak mentahnya.

Pada 11 Februari 2014, perusahaan minyak Iran Nakhle Barani Pardis dan PT Kreasindo Indonesia meneken nota kesepahaman senilai USD 3 miliar atau sekitar Rp36,3 triliun untuk pembangunan kilang berkapasitas produksi 300,000 barel/hari di Indonesia. Dan setelahnya, Kepala Persatuan Eksportir Produk Minyak, Gas dan Petrokimia Iran Hassan Khosrojerdi menyatakan Iran berencana membangun enam kilang minyak di Indonesia. (Baca: Iran Akan Bangun 6 Kilang Minyak di Indonesia)

Namun, sampai saat ini, pembangunan kilang tersebut belum terwujud. Akankah kerjasama di sektor energi antara Iran-Indonesia yang tertunda di jaman SBY, akan terealisasi di era Jokowi? (ba)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL