LiputanIslam.com – Karena diduga menyebarkan hoaks ‘sekelompok anggota Brimob mengeroyok warga di depan Masjid Al Huda Tanah Abang’ melalui twitter pribadi, relawan IT Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Mustofa Nahrawardaya, ditangkap polisi pada Minggu (26/5).

Dalam cuitan tersebut, Mustofa pun mengatakan bahwa korban bernama Harun (15) meninggal dunia. Hal ini berbeda dengan keterangan polisi yang mengatakan bahwa korban bernama Andri Bibir yang ditangkap karena merupakan salah satu provokator perusuh di depan Bawaslu.

Baca Juga: Penyebar Hoaks Ada Brimob China Ditangkap Polisi

“Cuitannya diputarbalikkan,” ungkap Kombes Rickynaldo Chairul kepada Kompas, Minggu (26/5).

Mustofa ditangkap karena melanggar Pasal 45A ayat 2 jo Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 12 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dan Pasal 14 ayat 1 dan 2 dan atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. (Ay/Kompas)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*