Sumber: Presstv

Jenewa, LiputanIslam.com—Iran dan Rusia mengecam rencana Presiden AS, Donald Trump, menyiagakan militernya di sekitar ladang minyak Suriah.

Kecaman ini disampaikan oleh para diplomat senior kedua negara saat menghadiri konferensi di Jenewa pada Selasa (29/10) kemarin.

“Ya, tampaknya Amerika tetap tinggal untuk melindungi minyak,” sindir Zarif. “Setidaknya Presiden Trump jujur untuk mengungkap maksud dibalik aktivitas yang akan dilakukan Amerika,” tambahnya sambil tertawa.

Dalam konferensi itu, Zarif menekankan bahwa eksistensi legal Rusia dan Amerika di Suriah akan terus berlanjut sejauh pemerintah dan bangsa Suriah membutuhkan mereka.

“Iran dan Rusia berada di sana berdasarkan undangan pemerintah Suriah, dan kami bermaksud untuk tetap tinggal di negara itu selama pemerintah dan rakyat Damaskus menginginkannya,” jelas Zarif.

Baca: Amerika Akan Siagakan Pasukannya Dekat Ladang Minyak Suriah

Menlu Rusia, Lavrov, turut mengomentari hal ini. Ia menyebut, kembalinya pasukan AS ke Suriah diklaim untuk melindungi cadangan minyak dari kelompok teroris Daesh.

Lebih jauh ia mengingatkan, eksploitasi sumber-sumber alam Suriah adalah tindakan ilegal.

“Hakikatnya, eksploitasi sumber-sumber alam di negara yang berdaulat tanpa izin adalah tindakan ilegal. Hal ini lah yang ingin kita bahas,” ucapnya. “Amerika menyadari sikap kita dan kita akan terus mempertahankan pendirian ini.” Tegasnya. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*