Sumber: keuangan.co

Jakarta, LiputanIslam.com— Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (19/7) pukul 09.00 WIB menguat 0,39 persen ke posisi Rp 13.900 per Dolar AS dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Pergerakan rupiah sudah mengalami penguatan sejak pembukaan pasar sebesar 0,18 persen. Kemudian, rupiah terdorong sampai Rp 13.900 pada pukul 09.00 WIB.

Baca: Rupiah Menguat ke Posisi Rp 13.960 per Dolar AS

Pada pagi hari ini, sebagian besar mata uang utama Asia menguat terhadap dolar AS. Dolar Hong Kong menguat 0,04 persen, ringgit Malaysia menguat 0,09 persen, baht Thailand menguat 0,22 persen, peso Filipina menguat 0,3 persen, dan won Korea Selatan menguat 0,41 persen.

Menurut Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, rupiah berpotensi untuk terus mengalami penguatan. Penguatan rupiah tersebut akan didorong oleh penurunan Bank Indonesia (BI) 7-day Reverse Repo Rate atau suku bunga acuan menjadi angka 5,75 persen.

“Perkembangan dari kemarin ada kecenderungan menguat, supply demand bergerak aktif, mekanisme pasar berjalan baik, pernah di bawah Rp 13.900 bahkan tadi ada Rp 13.850,” kata Perry, Jumat (19/7).

Dia menilai, penurunan suku bunga BI sebesar rate 25 basis poin memberikan persepsi positif bagi pasar dan investor.

“Kami tekankan, pertama, investor dan pasar dunia perbankan dunia usaha dalam dan luar negeri menyambut positif keputusan BI menurunkan rate 25 basis poin dan menambah positif dari persepsi pasar maupun investor bahwa prospek ekonomi kita membaik dengan stabilitas terjaga,” ujarnya. (sh/cnbcindonesia/liputan6/cnnindonesia)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*