Sumber: tribunnews.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (18/7) menguat sebesar 0,16 persen ke posisi Rp 13.960 per Dolar AS dari posisi sebelumnya Rp 13.982 per dolar AS.

Sementara itu, menurut kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), rupiah melemah ke posisi Rp 13.976 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp 13.949 per dolar AS.

Baca: Rupiah Menguat ke Posisi Rp 13.910 per Dolar AS

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim menilai, apresiasi rupiah dipengaruhi sentimen domestik dan eksternal.

Terkait sentimen domestik, prospek penurunan suku bunga acuan oleh BI sebesar 25 basis (bps) menjadi 5,75 persen. Dengan penurunan suku Bungan acuan, investor berharap kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih baik meskipun pertumbuhan global sedang turun.

Sementara itu, BI memprediksi, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2019 hampir sama dengan kuartal sebelumnya.

“Ini pun mendorong pertumbuhan ekonomi di tengan prospek pertumbuhan global yang sedang turun,” kata dia, Kamis (18/7).

Dengan ekspektasi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang membaik, rupiah menguat dan sempat menjadi mata uang Asia terkuat.

Adapun sentimen eksternal datang dari pernyataan International Monetary Fund (IMF) bahwa harga dolar AS lebih mahal 6 persen hingga 12 persen dibandingkan harga sesuai fundamental ekonomi seharusnya.  (sh/cnbcindonesia/cnnindonesia)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*