Sumber: beritasatu.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (22/8) pagi menguat ke posisi Rp 14.265 per dolar AS.

Rupiah pada pagi hari ini menguat sebesar 0,11 persen dibandingkan penutupan perdagangan hari sebelumnya di posisi Rp 14244 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah pada perdagangan Kamis (22/8) dibuka di posisi Rp 14.230 per dolar AS, atau menguat dibandingkan perdagangan sebelumnya di posisi Rp 12.243 per dolar AS.

Baca: 2020, Rupiah Diprediksi di Kisaran Rp 14.700 per Dolar AS

Sedangkan, menurut  Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah berada di posisi Rp 14.234 per dolar AS atau menguat dibandingkan posisi sebelumnya Rp 14.259 per dolar AS.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim menilai, ekspektasi pelaku pasar atas Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia hari ini membuat rupiah terapresiasi.

Dia berpendapat, pelaku pasar memperkirakan BI masih akan menahan suku bunga acuan 7 Days Reverse Repo Rate (7DRRR) di angka 5,75 persen pada hari ini.

“BI diperkirakan akan berhati-hati dan menahan diri dari penurunan suku bunga sambil terus mengamati kondisi global akibat perang dagang yang kemungkinan masih akan terjadi sampai tahun 2020,” kata Ibrahim, Kamis (22/8).

Dia memprediksi, rupiah pada hari ini akan bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat tipis karena pasar menunggu hasil pertemuan Bank Indonesia. Menurutnya, pupiah akan bergerak di kisaran 14.200 per dolar AS hingga 14.300 per dolar AS. (sh/liputan6/cnnindonesia)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*