Sumber: market.bisnis.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin (19/8) pagi menguat 0,32 persen ke posisi Rp 14.194 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp 14.245 per dolar AS.

Saat pembukaan pasar, rupiah menguat 0,14 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya. Kemudian, rupiah kembali menguat di pasar spot pada pukul 10:00 WIB sebesar 0,21 persen ke posisi Rp 14.200.

Menurut kurs tengah BI atau kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate/Jisdor, rupiah berada di posisi Rp 14.203 per dolar AS, atau menguat dibandingkan minggu lalu.

Baca: Hari Ini, Rupiah Terkuat di Asia

Apresiasi tersebut membuat rupiah menguat selama dua hari beruntun di kurs tengah BI sebesar 0,65 persen.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim menilai, apresiasi rupiah terjadi karena faktor eksternal, yakni ancaman resesi menguat di Amerika. Kondisi ini disebut inverted yield curve yang menunjukkan adanya tekanan terhadap dolar AS.

“Inversi dalam kurva imbal hasil obligasi pemerintah AS secara historis telah mengawali beberapa kondisi resesi AS di masa lampau, telah memicu kekhawatiran baru tentang dampak ekonomi dari perang perdagangan AS-China,” kata Ibrahim, Senin (19/8).

Dia memprediksi, rupiah pada hari ini akan melemah akibat demonstrasi di Hong Kong. Pergerakan rupiah akan berada di kisaran Rp 14.200 hingga Rp 14.290 per dolar AS.

Pada perdagangan hari ini, sebagian besar mata uang utama Asia mengalami penguatan terhadap dolar AS. Ringgit Malaysia menguat sebesar 0,04 persen, won Korea Selatan sebesar 0,14 persen, peso Filipina sebesar 0,18 persen, dan baht Thailan sebesar 0,23 persen.

Adapun mata uang yang mengalami pelemahan adalah yen Jepang sebesar 0,01 persen dan dolar Singapura sebesar 0,12 persen. (sh/cnnindonesia/cnbcindonesia)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*