Sumber: market.bisnis.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan hari ini, Rabu (14/8) menguat 0,52 persen ke posisi Rp 14.240 per dolar AS. Rupiah menjadi yang terkuat di Asia.

Rupiah kembali bangkit setelah lesu selama dua hari berturut-turut. Bahkan, rupiah sempat menjadi yang terlemah di Asia. Tetapi, pada hari ini rupiah sudah menguat sejak pembukaan pasar.

Pada pembukaan pasar, mata uang garuda ini menguat sebesar 0,45 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya. Kemudian, rupiah tetap bertahan di zona hijau sampai pada penutupan perdagangan.

Baca: Rupiah Melemah ke Posisi Rp 14.275 per Dolar AS

Tidak hanya rupiah, sebagian besar mata uang Asia mengalami penguatan terhadap dolar AS. Dolar Hong Kong sebesar 0,01 persen, peso Filipina sebesar 0,02 persen, rupee India sebesar 0,18 persen, dan ringgit Malaysia sebesar 0,21 persen.

Selain itu, yen Jepang menguat sebesar 0,34 persen, yuan China sebesa 0,38 persen, dan won Korea Selatan sebesar 0,77 persen. Sedangkan, yang mengalami pelemahan adalah baht Thailand sebesar 0,06 persen, dan dolar Singapura sebesar 0,19 persen.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim menilai, penguatan rupiah dipicu oleh sentimen eksternal, yakni perang dagang antara AS dan China. Presiden Donald Trump menunda pemberlakuan tarif 10 persen untuk impor asal China seperti ponsel, laptop, dan barang konsumsi.

“Meski begitu, banyak investor dan analis yang telah mengurangi harapannya bahwa kedua negara mencapai resolusi dalam waktu dekat,” kata Ibrahim, Rabu (14/8).

Maka dari itu, menurut Ibrahim, sentimen perang dagang ini tidak akan memberikan angin segar bagi rupiah dalam waktu yang lama. (sh/cnnindonesia/cnbcindonesia)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*