Sumber: market.bisnis.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (1/11) menguat dari posisi Rp 14.042 ke posisi Rp 14.038 per dolar AS. Rupiah menguat 4 poin atau 0,03 poin dibandingkan perdagangan hari sebelumnya.

Sedangkan menurut kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), rupiah mengalami pelemahan dari posisi Rp 14.008 ke posisi Rp 14.066 per dolar AS.

Baca: Rupiah Melemah Tipis ke Posisi Rp 14.022 per Dolar AS

Pada pembukaan pasar, rupiah sempat melemah 0,06 persen. Kemudian, rupiah jatuh semakin dalam dan sempat menjadi yang terlemah pada tengah hari. Akan tetapi, rupiah kembali bertenaga menjelang penutupan perdagangan.

Pada penutupan perdagangan, rupiah berhasil menguat seperti mayoritas mata uang utama Asia lainnya. Sementara mata uang Asia yang masih tertahan hanya dolar Hong Kong.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, apresiasi terhadap rupiah dipicu oleh adanya peningkatan ketidakpastian di pasar dunia.

Dia menyampaikan, China dikabarkan melakukan penolakan untuk menandatangani kesepakatan dagang dengan karena sebagian pejabat di China tidak percaya dengan sifat impulsif Presiden AS Donald Trump.

Akan tetapi, Trump mengumumkan AS dan China akan mencari tempat baru utuk melakukan pertemuan setelah hili membatalkan pertemuan kerja sama ekonomi Asia Pasifik. Hal ini membuat rupiah menguat setelah sempat mengalami pelemahan.

“Hal ini membuat rupiah yang sempat melemah di level Rp 14.067 per dolar AS berhasl membaik, meski cukup stagnan di kisaran Rp 14.035 per dolar AS. (sh/cnbcnindonesia/cnnindonesia)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*