Sumber: kompas.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Rabu (23/10) menguat keposisi Rp 14.032 per dolar AS. Rupiah menguat 0,06 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah berada di posisi Rp 14.051 per dolar AS atau menguat 0,05 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Analis Monex Investindo Futures Faisyal mengatakan, penguatan rupiah pada hari ini didorong oleh ekspektasi pelaku pasar terhadap kabinet baru Indonesia, terutama terpilihnya kembali Sri Mulyani sebagai menteri keuangan.

Baca: Rupiah Menguat ke Posisi Rp 14.073 per Dolar AS

“Sri Mulyani sesuai dengan ekspektasi pelaku pasar,” kata dia, Rabu (23/10).

Menurut Analis PT Asia Trade Point Futures Deddy Yusuf Siregar, Sri Mulyani masih dipandang sebagai sosok penting oleh pelaku pasar di tengah kondisi global yang tak menentu.

Dia menilai, terpilihnya kembali Sri Mulyani sebagai Menkeu dapat membawa investor asing ke Indonesia.

Selain itu, rupiah juga menguat karena sentimen eksternal, yaitu data ekonomi AS yang memburuk. Hal ini menunjukkan ekonomi AS sedang lesu. Penguatan rupiah juga disebabkan oleh kesepakatan Brexit. Hal ini membuat dolar AS melemah terhadap poundsterling dan euro dan memberikan angina segar terhadap rupiah. (sh/kontan/market.bisnis)

 

 

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*