Sumber: inews.id

Jakarta, LiputanIslam.com— Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (16/7) menguat tipis 0,04 persen menjadi Rp 13.910 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah menguat 3,28 persen.

Menurut Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah menguat ke posisi Rp 13.925 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp 13.970 per dolar AS.

Baca: Akhir Pekan, Rupiah Tembus Rp 13.999 per Dolar AS

Pada pembukaan perdagangan hari ini, rupiah menguat 0,11 persen ke posisi Rp 13.900 per dolar AS. Rupiah pada hari ini diprediksi akan menguat di kisaran 13.900 per dolar AS hingga 13.920 per dolar AS.

“Pagi ini mata uang kuat Asia yen dan dolar Singapura dibuka menguat terhadap dolar AS yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini. Kemungkinan rupiah akan menguat terbatas,” kata ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih, Selasa (16/7).

Menurut Lana, penguatan rupiah dipicu oleh surplus neraca perdagangan Juni 2019 sebesar 196 juta dolar AS dengan nilai ekspor sebesar 11,8 miliar dolar AS dan impor sebesar 11,6 miliar dolar AS.

Sejauh ini rupiah masih menunjukkan kondisi yang positif. Kemarin, rupiah mengakhiri perdagangan pasar spot dengan penguatan 0,6 persen di hadapan dolar AS dan menjadi mata uang terbaik Asia. (sh/cnbcindonesia/liputan6)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*