Sumber: market.bisnis.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir pekan ini menguat sebesar 0,58 persen ke posisi Rp 13.999 per dolar AS. Posisi rupiah di bawah Rp 14.000 per dolar AS terjadi untuk pertama kalinya sejak lima bulan terakhir.

Pada perdagangan Jumat (12/7) sore, sejumlah mata uang Asia mengalami penguatan terhadap dolar AS. Ringgit Malaysia menguat 0,08 persen, yen Jepang menguat 0,15 persen, dan peso Filipina menguat 0,35 persen. Rupiah mengalami penguatan tertinggi.

Baca: Rupiah Melemah ke Posisi Rp 14.152 per Dolar AS

Penguatan rupiah dipicu oleh sentimen eksternal, khusunya saat bos The Fed Jerome Powell yang memberikan paparan kebijakan moneter di hadapan Komite Jasa Finansial Kongres AS pada Rabu (10/7/19) malam.

Jerome Powell menyampaikan investasi sektor swasta di seluruh penjuru AS melemah dan menegaskan The Fed siap bertindak sesuai kebutuhan untuk mempertahankan ekspansi ekonomi AS.

Dalam hal ini, Pelaku pasar menafsirkan kalimat “bertindak sesuai kebutuhan” sebagai pemangkasan suku bunga The Fed dalam waktu dekat, dolar akhirnya jatuh lagi dan rupiah menguat pada Kamis (11/7).

Pada perdagangan Jumat (12/7), rupiah sebenarnya dalam zona merah karena rilis data inflasi AS pada Kamis malam yang lebih tinggi dari prediksi. Kemudian, Pelaku pasar kembali dibuat bimbang apakah The Fed akan memangkas suku bunga tiga kali atau dua kali di tahun ini.

Akan tetapi, rupiah tiba-tiba mengalami penguatan yang signifikan ke posisi Rp 13.999 per dolar AS pada penutupan perdagangan. (sh/cnbcindonesia/cnnindonesia)

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*