Sumber: market.bisnis.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan spot Selasa (13/8) pukul 09:00 WIB mengalami depresiasi sebesar 0,21 persen ke posisi Rp 14.275 per dolar AS.

Menurut Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan AJi Gusta, pergerakan rupiah pada hari ini akan dipengaruhi oleh data inflasi AS yang diprediksi mengalami perbaikan dari 0,1 persen menjadi 0,3 persen secara bulanan.

Baca: Rupiah Melemah ke Posisi Rp 14.250 per Dolar AS

Dia mejelaskan, membaiknya data inflasi AS menunjukkan perbaikan daya beli dan adanya perbaikan ekonomi AS. Hal ini dapat mempengaruhi sikap The Fed dalam menentukan bunga acuan Fed Rate.

“Dan Terlihat dari pola batang pergerakan indeks mata uang (bullish engulfing line candlestick pattern), masih ada penguatan lanjutan bagi dolar AS, jelasnya, Selasa (13/8).

Meski mengalami pelemahan, rupiah pada hari ini berpotensi terapresiasi berdasarkan tanda dari  di pasar Non-Deliverable Market (NDF). NDF merupakan instrumen yang memperdagangkan mata uang dalam jangka waktu tertentu dengan patokan kurs tertentu pula. Pasar NDF seringkali mempengaruhi psikologis pembentukan harga di pasar spot.

Pada perdagangan pagi ini, mata uang utama Asia bergerak variatif. Yen Jepang melemah sebesar 0,09 persen, won Korea Selatan sebesar 0,14 persen, dan ringgit Malaysia sebesar 0,24 persen.

Sedangkan, mata uang yang mengalami penguatan adalah dolar Hong Kong sebesar 0,01 persen, peso Filipina 0,11 persen, dan baht Thailand sebesar 0,13 persen. (sh/cnbcindonesia/cnnindonesia)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*