Sumber: market.bisnis.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan spot Selasa (9/7) melemah 0,14 persen ke posisi Rp 14.125 dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan hari ini, rupiah terus bergerak melemah. Pada pagi hari, rupiah berada di posisi Rp 14.110 per dolar AS, atau melemah 0,02 persen. Kemudian, rupiah melanjutkan pelemahan pada pukul 15:00 WIB ke posisi Rp 14.115 per dolar AS.

Baca: Rupiah Menguat ke Posisi Rp 14.082 per Dolar AS

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim menilai, rupiah melemah karena menurunnya ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga acuan The Fed, Fed Rate setelah data ketenagakerjaan AS membaik.

Hal itu membuat pelaku pasar memasang posisi menunggu laporan Gubernur The Fed Jerome Powell di Kongres AS pada Rabu dan Kamis nanti.

Dia mengatakan, di satu sisi, The Fed memandang ekonomi AS masih kuat. Hal itu tercermin dari data-data ketenagakerjaan. Namun di sisi lain, perlambatan ekonomi bisa berpengaruh negatif seperti membuat beban utang korporasi meningkat.

“Kombinasi dua faktor ini menyebabkan The Fed memilih untuk bersabar dalam menyesuaikan bunga acuan,” kata dia, Selasa (9/7).

Selain itu, pelemahan rupiah dipicu oleh sentimen domestik yang datang dari prediksi Gubernur BI Perry Warjiyo bahwa pertumbuhan ekonomi pada kuartal II akan melandai. Dia memprediksi pertumbuhan ekonomi pada kuarta II berada di kisaran 5,07-5,1 persen.

“Data eksternal dan internal ini akan membuat range rupiah di angka Rp 14.165 hingga Rp 14.200 per dolar AS,” ucapnya. (sh/cnnindonesia/cnbcindonesia)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*