Sumber: market.bisnis.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot Jumat (5/7) pagi menguat 0,37 persen menjadi Rp 14.082 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp 14.134 per dolar AS.

Menurut Analis Asia Tradepoint Futures Deddy Yusuf Siregar, penguatan rupiah disebabkan oleh sentimen domestik, yaitu cadangan devisa yang naik dari 120,3 miliar dolar AS menjadi 123,8 miliar dolar AS.

Dia menilai, membaiknya cadangan devisa memberikan respon positif bagi para pelaku pasar. Apalagi, arus modal masuk dan pasar obligasi domestik juga tengah menarik.

Baca: Rupiah Melemah ke Posisi Rp 14.140 per Dolar AS

“Pelaku pasar cukup mengapresiasi data cadangan devisa ini,” kata Deddy, Jumat (5/7).

Meningkatnya cadangan devisa ini karena penerimaan devisa migas dan valas lainnya. peningkatan tersebut menunjukkan BI punya lebih banyak amunisi untuk meredam jika terjadi gejolak nilai tukar.

Meski demikian, menurutnya, sentimen tersebut bersifat sementara karena pelaku pasar mengantisipasi data ketenagakerjaan AS yang akan dirilis Sabtu nanti.

“Memang kalau dilihat, pergerakan indeks dolar AS ini ada potensi rebound, tapi saya lihat pasar nampaknya masih ragu juga dengan dolar AS melihat beberapa data makroekonomi AS yang belum baik,” ujarnya.

Pada perdagangan hari ini, hampir seluruh mata uang utama Asia melemah terhadap dolar AS. Ringgit Malaysia melemah 0,03 persen, dolar Hong Kong melemah 0,06 persen, dolar Singapura melemah 0,07 persen, dan yuan China melemah 0,1 persen. (sh/cnbcnindonesia/cnnindonesia)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*