Sumber: tempo.co

Jakarta, LiputanIslam.com— Nilai tukar rupiah terhadap dolar pada perdagangan Selasa (21/5) melemah ke posisi Rp 14.480 per Dolar AS dibandingkan perdagangan satu hari sebelumnya di posisi Rp 14.455 per dolar AS.

Akan tetapi, nilai tukar rupiah di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menguat 16 poin di posisi Rp 14.462 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp 14.478 per dolar AS.

Menurut Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira, rupiah akan kembali mengalami pelemahan di kisaran Rp 14.500 hingga Rp 14.600 per dollar AS setelah 22 Mei 2019.

“Sementara IHSG naik lebih ditopang oleh investor domestik,” ujar Bhima, Selasa (21/5).

Baca: Pagi Ini, Rupiah Melemah ke Posisi Rp 14.452 per Dolar AS

Direktur Utama PT Gauda Berjangka Ibrahim menilai, rupiah mengalami tekanan dari dalam negeri dan luar negeri.

Dari sisi eksternal, rupiah tertekan karena Gubernur The Fed Jerome Powell secara tidak langsung menentang kebijakan pemangkasan suku Bungan acuan dalam waktu dekat. Selain itu, tekanan juga datang dari perang dagang antara AS dan China.

“Meski khawatir perdagangan AS-China dapat memburuk, namun ketegangan antara AS dan China sedikit mereda hari ini,” ujarnya.

Dari sisi internal, pelaku pasar masih khawatir terhadap polemik hasil pemilihan presiden. Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah mengumumkan rekapitulasi suara. Akan tetapi, kubu Prabowo dan Sandiaga Uno menganggap adanya kecurangan dalam pemilu. Apalagi akan ada aksi massa pada 22 Mei.

“Risiko keamanan masih cukup tinggi, sehingga mungkin menjadi perhatian investor,” kata dia.

Di sisi lain, pelemahan terjadi tidak hanya pada rupiah, mata uang negara maju juga ikut melemah terhadap dolar AS. Dolar Australia melemah 0,53 persen, poundsterling Inggris sebesar 0,25 persen, dan euro sebesar 0,2 persen. (sh/kompas/cnnindonesia)

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*