Sumber: suara.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin (20/5) pagi pukul 10.10 WIB mengalami pelemahan  0,01 persen  dari posisi  Rp 14.450 per dolar AS ke posisi  Rp 14.452 per dolar AS.

Sementara berdasarkan  kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah melemah 0,06 persen dari posisi Rp 14.469 per dolar AS ke Rp 14.478 per dolar AS.

Pelemahan rupiah ini disebabkan oleh perang dagang antara AS dan China.  Perang dagang tersebut membuat para investor menjauhi aset-aset berisiko.

Baca: Rupiah Menguat di Level Rp 14.450 per Dolar AS

Pada penutupan perdagangan pekan lalu, dolar menguat hampir di level tertinggi di hadapan mata uang lainnya. Indeks dolar versus enam mata uang utama berdiri di 97,836 setelah mencapai 97,882 pada hari Kamis (16/5). Angka tersebut tertinggi sejak 3 Mei.

Meski demikian, Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail menilai, indeks dolar AS berpeluang menurun pada hari ini. Bahkan, kurs dolar AS pun bisa melemah terhadap beberapa mata uang dunia, seperti euro dan yen.

“Investor lebih memilih yen sebagai aset safe haven di tengah makin memanasnya perang dagang antara AS dan China,” ujarnya.

Rupiah masih akan dipengaruhi oleh sentiment perang dagang AS dan China. Baru-baru ini AS melarang perusahaan telekomunikasi China Huawei untuk melakukan berbagai bentuk usaha dengan perusahaan telekomunikasi AS.

Dia memperkirakan, rupiah pada hari ini akan melemah di kisaran Rp 14.460 hingga Rp 14.480 per dolar AS. (sh/kontan/tribunnews)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*