Sumber: liputan6.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Ekonom senior Rizal Ramli memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini akan merosot hingga 4,5 persen. Angka tersebut jauh dari target yang sudah ditentukan pemerintah sebesar 5,2 persen.

“Kami ingin mengatakan bahwa ekonomi Indonesia akan nyungsep, paling hanya 4,5 persen. Karena sampai sekarang pun baru 5,05 persen,” kata Rizal Ramli di Jakarta, Senin (12/8).

Baca: Indef: Laju Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Jadi Warning

Dia berpendapat, kebijakan-kebijakan yang dibuat pemerintah saat ini tidak mendukung pertumbuhan ekonomi, seperti rencana tax amnesty kedua yang menguntungkan sebagian orang dan langkah penghematan yang menurutnya akan menyengsarakan rakyat kecil.

Menurutnya, pemerintah seharusnya menstimulus pertumbuhan ekonomi terlebih dahulu karena sedang mengalami pelambatan. Setelah itu, pemerintah baru mengejak pajak.

Dia menilai, pemerintah harus memperbaiki seluruh komponen ekonomi makro agar pertumbuhan semakin besar. Sebab, saat ini ekonomi makro semakin merosot, seperti defisit transaksi berjalan (current account deficit (CAD)) yang mencapai 8 miliar dolar AS.

“Indikator makro menunjukkan makin merosot. Grafik CAD makin merosot sampai terakhir USD 8 miliar. PDB juga meningkat lumayan besar dan ini membahayakan,” ucapnya.

Dia menuturkan, persoalan tersebut seharusnya menjadi perhatian pemerintah. Selain itu, dia juga meminta pemerintah tidak menjadikan ekonomi sebagai proyek.

“Saya ingin mengatakan bahwa ekonomi bukan proyek. Mohon maaf [ekonomi](bisnis “”) bukan hanya itu, tapi indikator lain juga seperti daya beli, pekerjaan dan macam-macam. Kalau hanya proyek bisa jebol nanti,” ujarnya. (sh/kompas/liputan6)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*