Sumber: kompas.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Lembaga riset Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mengatakan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2019 merupakan warning untuk mewaspadai gejala krisis ekonomi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi pada kuartal II 2019 hanya sebesar 5,05 persen secara tahunan, turun dibandingkan kuartal I sebesar 5,07 persen. Angka tersebut juga turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu, 5,27 persen.

Baca: BI: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melambat

Direktur Eksekutif Indef, Ahmad Tauhid menilai, pertumbuhan ekonomi kuartal II menjadi sinyal buruk sehingga pemerintah harus mewaspadai pertumbuhan ekonomi pada kuartal selanjutnya.

“Ini sudah warning. Gejala krisis ekonomi akan terlihat kalau di kuartal III nanti pertumbuhan di bawah 5,05 persen. Itu sudah pasti bahaya,” kata Ahmad Tauhid, Senin (12/8).

Dia mengimbau pemerintah untuk mewaspadai laju pertumbuhan ekonomi pada kuartal III agar tidak turun di bawah 5 persen.

“Pemerintah harus waspada. Bisa saja pertumbuhan turun ke bawah 5 persen,” ucapnya.

Dia berpendapat, pada kuartal III 2019, tidak ada momentum yang akan membuat ekonomi dalam negeri makin bergerak. Pertumbuhan ekonomi hanya bisa didorong dengan mengandalkan konsumsi pemerintah.

“Kenaikan pertumbuhan hanya mengandalkan konsumsi pemerintah. Jika tida bisa otomatis ekonomi kita akan anjlok,” kata dia. (sh/republika/cnnindonesia)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*