Sumber: nu.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Direktur Masyarakaat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), Dewi Sari mengatakan bahwa meningkatnya tindakan intoleransi dan ujaran kebencian dalam beberapa tahun terakhir harus direspon dengan cepat dan tepat. Menurutnya, sudah saatnya para pemuda lintas agama bergandengan tangan dalam upaya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Hal itu ditegaskan Dewi usai menjadi pemateri Young and Tolerance di Aula Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jakarta Pusat, pada Kamis (28/11).

Dewi menjelaskan, intoleransi yang disebabkan oleh hoaks telah mengubah paradigma masyarakat. Muncul kalangan yang cenderung anti kritik dan egois karena kebanyakan dari mereka yang beranggapan hanya kelompok merekalah yang benar, di luar itu dianggap salah.

“Itulah yang harus kita mulai dari diri kita sendiri. Anak muda sebagai generasi bangsa supaya ke depan ngajak lingkungan kita, bahwa kita ini sama. Kita bisa bekerja sama kok walaupun berbeda,” ucapnya.

Baca: Habib Luthfi Ajak Masyarakat Lestarikan Wayang Kulit

“Tidak boleh anti kritik, kita juga banyak kekurangan, keperluan yang mungkin membutuhkan bantuan dari orang lain yang berbeda dengan kita,” tandas Dewi. (aw/NU).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*