Sumber: nu.or.id

Pekalongan, LiputanIslam.com– Rais ‘Aam Idarah Aliyah Jam’iyah Ahlit Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (Jatman), Habib Muhammad Luthfi bin Yahya (Habib Luthfi) mengajak segenap masyarakat agar menjaga dan melestarikan budaya wayang kulit. Menurutnya, dalam dunia pewayangan itu banyak diajarkan tentang filosofi, tasawuf, akhlak hingga budi pekerti.

Demikian hal itu ia sampaikan pada ‘Pagelaran Wayang Kulit Kebangsaan’ yang dihelat panitia Maulidurrasul 1441 Hijriyah di Kanzus Sholawat Pekalongan, Jawa Tengah pada Rabu (27/11) malam.

“Banyak generasi muda kita tidak kenal dunia pewayangan. Padahal di situ banyak diajarkan tentang berbagai hal termasuk masalah filosofi, tasawuf, akhlak, dan budi pekerti,” ucapnya.

Sebagai generasi penerus, lanjut dia, sudah semestinya kita menjaga tradisi dan budaya leluhur kita. “Siapa lagi kalau bukan kita yang melestarikan budaya kaya akan makna di Bumi Pertiwi ini dan ini sekaligus nguri-uri (menjaga) warisan Wali Songo,” ungkapnya.

Baca: Budayawan: Ulama Kita Dulu Punya Ketahanan Budaya yang Kuat

Sementara Penggagas Pagelaran Wayang Kulit Kebangsaan, Nusron Wahid menjelaskan bahwa pentas wayang kulit tersebut memang sudah menjadi agenda tahunan. “Pentas wayang kulit malam ini adalah tonggak awal dalam upaya ikut melestarikan budaya dan kami Insya Allah akan melakukan pentas ini rutin setiap tahun di Kanzus Sholawat,” ujarnya. (aw/NU/radarbangsa).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*