Sumber: jateng.tribunnews.com

Semarang, LiputanIslam.com– Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Prof Imam Taufiq menegaskan bahwa pihaknya menutup rapat-rapat berkembangnya radikalisme dan terorisme. Tidak memberi ruang sedikitpun terhadap radikalisme sudah menjadi kesepakatan di kampus yang ia pimpin.

“Nama Wali Songo sangat identik dengan Islam moderat yang kini menjadi arus utama moderasi dunia.  UIN Wali Songo punya tanggung jawab menggelorakan spirit moderasi, sekaligus membentengi masyarakat dari ancaman  itu,” ucapnya di Semarang, Jawa Tengah, seperti dilansir NU Online, pada Senin (29/7).

“Menseterilkan kampus, dari pengaruh dan ancaman extra ordinary crime itu, menjadi kebijakan utamanya hingga menjadikan kejahatan yang menjadi musuh bersama masyarakat internasional tidak hanya ditolak, tetapi tertolak di kampus ini,” tegasnya.

Imam Taufiq juga mengingatkan pihaknya dan semua insan sivitas akademik UIN Walisongo agar tidak lengah. “Kendati pintu sudah tertutup rapat, namun kami semua selalu berupaya agar tidak lengah, sehingga tidak ada celah masuknya berbagai macam ancaman dan pengaruh buruk,” katanya.

Baca: Radikalisme Menguat, Moderasi Beragama Harus Diwujudkan

Spirit menolak radikalisme tidak hanya tertanam di internal kampus saja, tetapi juga merambah ke seluruh jejaring sosial yang menjadi mitra sinergi UIN Wali Songo. Sejumlah lembaga pendidikan sekolah/madrasah dan pesantren saling bersinergi untuk bersama-sama menolak gerakan radikal dan terorisme. (aw/NU/tribun).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*