Sumber: Memo

Kairo,LiputanIslam.com—Para pengguna media sosial di Mesir menunjukkan solidaritas bagi para pengungsi Suriah di Mesir, menyusul tuntutan yang dilayangkan oleh pengacara Samir Sabry terhadap para pelaku usaha Suriah di Mesir. Sebelumnya, Sabry melemparkan tuduhan bahwa para pengusaha Suriah telah menginvansi wilayah komersial di Mesir dan menyebabkan naiknya harga perumahan di wilayah itu.

Dukungan kepada para pengungsi Suriah di Mesir dipopulerkan dengan hasgtag berbahasa Arab yang artinya orang-orang Mesir menyambut hangat kehadiran orang-orang Suriah di Mesir.

Berbagai komentar terkait hal ini datang dari Youssef Hussein, seorang Host di salah satu program TV di Mesir ‘Joe Show’. Melalui akun twitternya ia mengatakan bahwa orang-orang Suriah di Mesir bukanlah tamu, sebab Mesir adalah rumah mereka.

Pengguna Twitter lainnya bernama Khaled Awad menampilkan sebuah produk bertuliskan “Made by Syrian hands on Egyptian land”. Ia mengatakan bahwa Suriah dan rakyatnya ada di hati kami selamanya.

Komentar ini disambung oleh Makram Abdou. Ia menulis ,” Siapa bilang orang-orang Suriah di Mesir sebagai orang asing? Kita memiliki tampilan dan tradisi yang sama. Hati kita sama, begitu juga dengan warna bendera kita.”

Ada juga yang mengulas sejarah kerjasama antara Mesir dan Suriah, saat kedua negara membentuk United Arab Republik pada 1958 di bawah kepemimpinan Presiden Gamal Abdel Nasser.

Baca: Bashar Al-Assad Minta Para Pengungsi Suriah “Pulang Kampung”

Hingga saat ini, berdasarkan laporan badan pengungsi PBB, jumlah pengungsi Suriah di Mesir telah mencapai 130.000 orang. Mereka telah hidup di Mesir tidak lagi sebagai pengungsi, tetapi melebur ke dalam masyarakat Mesir. (fd/Memo)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*