Tel Aviv, LiputanIslam. Com—Langkah Presiden AS,  Donald Trump, yang tiba-tiba menarik pasukannya dari Suriah mulai membuat para pejabat Israel meragukan loyalitas AS.  Apakah Amerika masih berpihak kepada Israel atau tidak?

Para pejabat Israel mulai bertanya-tanya,  jika AS bisa mengkhianati kelompok Kurdi di Suriah,  apa jaminan yang bisa membuat AS tidak berkhianat pada sekutu lainnya?

Sebuah kolom terkemuka di Israel “Yediot Ahronot” memasang headline horor bertuliskan “Sebuah pisau siap menikam kita dari belakang”. Kolom yang ditulis oleh seorang kolumnis Shimon Shiffer itu menulis, “Kita harus memiliki sikap yang tegas.  Trump sudah tak bisa diandalkan lagi.  Dia sudah tak bisa dipercaya.”

Namun,  melalui akun twitternya pada Selasa (8/10) Trump membantah telah berkhianat terhadap Kurdi. “Kita memang sedang dalam proses meninggalkan Suriah,  tapi kita tidak akan meninggalkan orang-orang Kurdi.  Mereka adalah orang-orang penting dan para pejuang yang mengagumkan, ” tulis Trump.

Namun,  banyak pejabat Israel yang menganggap penarikan pasukan AS dari Suriah dan terbukanya kesempatan pasukan Turki untuk menyerang orang-orang Kurdi,  sebagai pengkhianatan.

“Kini aku merasa seperti orang-orang Kurdi, ” ucap Dore Gold,  mantan dubes Israel untuk PBB.

Baca: DK PBB Sidangkan Operasi Militer Turki di Suriah

Di bawah kepemimpinan Netanyahu,  Israel memang sangat bergantung dengan Amerika dan Presiden Donald Trump.  Mereka khawatir dengan pesatnya perkembangan Iran yang dianggap bisa menjadi ancaman nyata
bagi Israel.  (Fd/NYT)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*