Sumber: ekonomi.bisnis.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebutkan, produksi garam rakyat per 13 Agustus 2019 mencapai 197.462,85 ton.

Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP Brahmantya Satyamurti Poerwadi mengatakan, produksi garam hingga akhir tahun akan mencapai 2,3 juta ton.

“Proyeksi produksi tahun ini masih tetap. Masih optimis. Karena musim panasnya tahun ini cukup panjang,” kata dia di Jakarta, Selasa (20/8).

Baca: Industri Desak Pemerintah Segera Impor Garam

Dia menyampaikan, produksi PT Garam sendiri sudah mencapai sebanyak 80.500 ton. Dengan demikian, total produksi garam yang dihasilkan telah mencapai sebanyak 277.962 ton. Adapun stok garam di tahun lalu masih berada di kisaran 291.620 ton. Jumlah tersebut terdiri dari garam rakyat sebesar 181.620 ton dan PT Garam sebesar 110.000 ton.

“Hingga saat ini, sebanyak 22.592 hektare (ha) lahan produksi garam,” ujarnya.

Terkait penyerapan garam, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah menandatangani komitmen penyerapan garam lokal untuk periode 2019-2020 sebesar 1,1 juta ton. Hal ini bisa meningkatkan kesejahteraan bagi para petani garam lokal.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menuturkan, melalui penandatanganan nota kesepahaman ini, pelaku industri bisa menjamin harga beli kepada para petani dan para petani juga diharapkan bisa menjamin kualitas garam hasil produksi.

“Sehingga keterkaitan antara keduanya didasarkan pada harga dan kualitas,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, garam rakyat ini akan dibeli oleh para pelaku industri di kisaran harga Rp 800 hingga Rp 900 per kilogram. (sh/merdeka/kumparan)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*