Sumber: pertanianku.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, produksi garam dalam negeri masih jauh di bawah impor. Dia menyebutkan impor garam Indonesia mencapai 3,7 juta ton, sedangkan produksi garam dalam negeri hanya 1,1 juta ton.

“Saya ke sini hanya ingin memastikan bahwa program untuk urusan garam ini sudah dimulai, karena kita tahu impor garam kita 3,7 juta ton, yang bisa diproduksi dalam negeri baru 1,1 juta ton. Masih jauh sekali,” kata Jokowi, Rabu (21/8).

Baca: Produksi Garam Rakyat Capai 197 Ribu Ton

Berdasarkan data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), produksi garam rakyat per 13 Agustus 2019 hanya mencapai 197.462 ribu ton. Angka ini masih jauh dari target tahun ini sebesar 2,3 juta ton.

Meski demikian, pemerintah mengaku optimis produksi garam lokal pada tahun ini akan mencapai target. Sebab, pada musim kemarau, produksi garam biasanya melimpah.

“Masih tetap, masih optimistis (enggak impor) karena panasnya Insya Allah terus,” ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP, Brahmantya Satyamurti Poerwadi.

Menurut dia, jika musim kemarau berlanjut produksi garam lokal bisa mencapai angka 2,5 juta ton. Jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi garam.

“2,3 juta ton sampai 2,5 juta ton lah (produksi tahun ini),” ucapnya.

Dia menuturkan, jumlah tersebut belum termasuk dari PT Garam, melainkan hanya serapan dari petani. Apabila digabungkan dengan PT Garam, maka jumlahnya akan semakin bertambah. (sh/cnnindonesia/cnbcindonesia)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*