Sumber: detak.co

Jakarta, Liputanislam.com– Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) telah memerintahkan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), kepada TNI/Polri, dan Menteri Sosial untuk siaga dan melakukan hal-hal yang diperlukan pasca gempa 6,9 skala richter (SR) yang melanda barat daya Sumur, Banten pada Jumat (2/8). Bahkan gempa sempat berstatus berpotensi tsunami.

“Yang paling penting seluruh masyarakat tenang, hati-hati, dan juga terus tetap waspada,” ucapnya di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (2/8) malam.

Kepala BNPB, Letjen Doni Monardo di Mandalawangi, Pandeglang, Banten, pada Sabtu (3/8) menyebutkan bahwa ada 2 orang meninggal dunia dan 200 rumah rusak akibat gempa. Kedua orang tersebut meninggal tidak terkait langsung dengan gempa. Diduga karena serangan jantung dan kelelahan.

“Kerusakan yang ditimbulkan, kita monitor jam ke jam mengalami peningkatan. Hari ini jumlah terdapat mencapai 200 bangunan, baik rusak berat, ringan, dan sedang. Sejauh ini 2 orang meninggal dunia,” katanya.

Baca: Pada Perwira TNI-Polri, Presiden: Jangan Kecewakan Orang tua dan Bangsa

Warga sempat mengungsi ke tampat yang aman, namun saat ini sudah kembali ke rumah masing-masing. “Di Banten semalam ada, tapi semua sudah kembali ke rumah masing-masing. Alhamdulillah tidak ada pengungsi. Di Lampung ada 1.000 orang tapi pagi ini sebagian besar sudah pulang,” terangnya. (aw/setkab/detik).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*