Mike Pompeo. Sumber: Washington Post

Kabul, LiputanIslam. Com—Pemerintah Amerika membatalkan rencana penarikan pasukan AS dari Afghanistan,  usai kelompok militan Taliban mengklaim bertanggungjawab atas ledakan di Kabul yang menyebabkan tewasnya seorang personil militer AS.

Dalam sebuah wawancara pada  Minggu (8/9), Sekneg AS,  Mike Pompeo mengatakan bahwa Taliban telah mencoba untuk mendapatkan keuntungan di meja perundingan dengan melakukan serangan teror di dalam negeri.

“Kami akan meninggalkan kesepakatan jika orang lain menggunakan kekerasan untuk mendapatkan keuntungan saat negosiasi, ” jelasnya.

“Pompeo dan pejabat administrasi lainnya telah membuka pintu agar perundingan damai bisa direncanakan lagi. Namun,  perundingan tidak akan terjadi dalam waktu singkat,  sebab kedua pihak merasa saling tidak percaya,” kata pejabat Afghanistan, seperti dikutip oleh New York Times.

Terlepas dari kritik yang dilontarkan oleh beberapa rekan partai Republik, termasuk penasihat keamanan nasional John R. Bolton, Trump telah berjanji untuk mengurangi jumlah pasukan Amerika di Afghanistan, mengatakan dua minggu lalu bahwa jumlah mereka akan turun menjadi 8.600 dari jumlah saat ini yang berjumlah sekitar 14.000.

Baca: Para Pecundang Asing Harus Tinggalkan Afghanistan

Pada Minggu kemarin,  Pompeo menetapkan dua syarat  yang harus terpenuhi jika ingin pasukan AS keluar dari Afghanistan. Pertama, kurangi aksi kekerasan,  dan kedua tidak boleh ada serangan teror terhadap Amerika Serikat. (Fd/Sputnik)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*