Sumber: Washington Post

Ankara, LiputanIslam. Com—Pimpinan pasukan Kurdi Suriah mengaku telah meninggalkan kota perbatasan Ras al-Ayn sesuai dengan kesepakatan gencatan senjata yang disetujui oleh Trump dan Erdogan.

Namun,  menurut jubir pasukan Turki di Suriah penarikan pasukan Kurdi di kota itu masih belum dilakukan 100%.

Ras al-Ayn adalah salah satu kota di perbatasan Turki-Suriah yang menjadi target operasi militer Turki di Suriah. Turki menginginkan para pejuang Kurdi hengkang dari perbatasan sejauh 30 km (20 mil).

Pada Kamis lalu,  Wakil Presiden AS,  Mike Pence,  berhasil membuat Turki menghentikan operasi militernya di Suriah selama lima hari.  Meski begitu, Erdogan bersumpah akan kembali meneruskan operasi militernya sampai batas waktu yang disepakati (Selasa),  jika para Pejuang Kurdi tidak menuruti tuntutannya.

“Sudah tak ada lagi pejuang kami di kota itu, ” ucap jubir pasukan Kurdi,  Kino Gabriel.

Sementara itu,  jubir pasukan Turki, Mayor Youssef Hamoud,  menyebut masih ada pejuang Kurdi di kota Ras Al-Ayn.

Baca: Turki dan Kurdi Saling Tuduh Langgar Perjanjian

Turki melancarkan operasi militer ke Suriah bagian Utara usai Presiden Donald Trump menarik pasukan AS dari Suriah Timur Laut. Putusan Trump ini ditentang oleh berbagai pihak,  karena dianggap mengkhianati sekutu utama Amerika di Suriah. (Fd/Rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*