LiputanIslam.com-Pihak kepolisian republik Indonesia (Polri) tengah berupaya untuk menelusuri aliran dana luar negri ke rekening teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dengan cara bekerjasama dengan pihak Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan kepolisian beberapa negara lain.

“Tentunya bekerja sama dengan PPATK dan beberapa negara lain untuk melacak aliran dana,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Rabu.

Pengiriman dana dari 12 penyandang dana di luar negeri tercatat dilakukan sejak Maret 2016 hingga September 2017 ke rekening Saefulah alias Daniel alias Chaniago hingga mencapai Rp413 juta.

Baca juga: Polri dan BNPT Fasilitasi Program Deradikalisasi 32 Terduga Teroris Kalteng

Dengan bekerjasama tersebut, diharapkan dapat membantu membongkar peranan para penyandang dana tersebut. Sampai saat ini Polri hanya mengetahui nama 12 orang penyandang dana dan asal negara pengirim.

Sebelumnya polisi juga telah menangkap penyandang dana JAD asal Indonesia yakni pemimpin JAD Bekasi. (Ay/Antara)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*