LiputanIslam.com – Pihak kepolisian menemukan uang total 6 juta di dalam ambulan partai milik massa perusuh di Petamburan Jakarta Pusat.

“Polisi menemukan amplop berisi uang yang totalnya Rp. 6 juta karena mereka mengaku ada yang membayar,” ungkap Kapolri Tito Karnavian saat jumpa pers di kantor Menkopolhukam, Rabu (22/5).

“Para pelaku yang ditangkap mengaku ada yang bayar,” lanjutnya.

Ia menyatakan bahwa ambulan sering menjadi kedok untuk menyimpan sesuatu. Selain uang, polisi juga menemukan batu batu besar dan senjata di dalam ambulan.

Ambulan tersebut ditemukan di wilayah massa perusuh yang menyerang dan membakar asrama brimob di Petamburan. Awalnya mereka darang dari Jalan KS Tubun berjumlah 200 orang.

Baca Juga: Polisi Sebut Kericuhan di Depan Bawaslu Ulah Provokator

“Massa ini kami duga sudah disiapkan,” ucap Kadiv Humas Polri Inspektur Jenderal M Iqbal.

Mereka melempari asrama dengan batu, petasan, dan bom molotov. Akibatnya, 14 mobil terbakar, 11 mobil lain rusak.

Hingga Kamis pagi (23/5), polisi sudah menangkap sekitar 300 orang yang diduga sebagai provokator kerusuhan demonstrasi. Mereka diamankan di Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polres Metro Jakarta Barat.

“Saat ini untuk Polda Metro masih melakukan pemeriksaan secara intens terhadap 300 lebih untuk pelaku kerusuhan yang sudah diamankan oleh Polda Metro Jaya,” ucap Dedi Prasetyo, Kadiv Humas Polri di Kantor, Kamis (23/5).

“Ada bukti-buktu antara lain ada satu ambulans yang ada partainya, penuh dengan batu dan alat-alat. Setelah digeledah ternyata masih banyak amplop dan uang,” ucap Iqbal.

Setelah diselidiki, mobil ambulan tersebut berlogo Partai dengan nomor polisi B 9686 PCF. Ambulans tersebut disegel dengan garis polisi dan diparkir di depan gedung Resmob Kepolisian Daerah Metro Jaya. (Ay/Kompas/Tempo)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*