LiputanIslam.com-Polres Kudus memperingatkan masyarakat Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, untuk berhati-hati dan mewaspadai peredaran tembakau gorila dalam bentuk rokok di Kabupaten Kudus.

Peringatan tersebut disampaikan Kasat Narkoba Polres Kudus AKP Sukadi mengingat terungkapnya kasus peredaran jenis narkoba baru tersebut. Kasus penemuan tersebut adalah yang pertama di wilayah keresidenan Pati. Dalam penemuan tersebut, ada 3 tersangka yang ditangkap, yaitu 2 orang pengedar dan 1 orang penyimpan.

“Semua jenis narkotika bisa memberikan dampak negatif bagi penggunanya. Termasuk pengisap tembakau gorila bisa menimbulkan efek halusinasi dan sindrom ketergantungan. Tentunya akan berdampak pada mental dan psikologis generasi muda,” ujarnya di Kudus, Senin (22/7).

Ia menambahkan bahwa tembakau gorila merupakan narkotika jenis baru nomor 58 dari sejumlah jenis narkotika yang tercatat dan dilarang peredarannya.

Baca juga: BNN Tangkap 1 Pengedar Sabu di Tanjung Selor

Jika sebelumnya kasus peredaran narkotika yang diungkap merupakan jenis sabu-sabu dalam bentuk serbuk, maka yang terbaru dalam bentuk tembakau gorila yang dijual dalam bentuk rokok batangan dengan harga Rp25.000 per batang.

“Ketika ditawari rokok dengan harga mahal, masyarakat harus curiga karena sebungkus rokok isi 12 batang harganya berkisar Rp20.000-an, sedangkan satu batang tembakau gorila dalam bentuk rokok mencapai Rp25.000,” ujarnya.

Efek dari jenis narkoba baru tersebut adalah stroke, gangguan jiwa, serangan jantung, gangguan ginjal kalau overdosis, dan bahkan kematian mendadak. (Ay/Antara/Detikhealt).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*