Sumber: independensi.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2019 sebesar 5,07 persen. Angka tersebut masih di bawah ekspektasi pemerintah sebesar 5,2 persen.

Menurut Kepala BPS Suhariyanto, melesetnya angka pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2019 karena adanya beberapa kendala, seperti turunnya pertumbuhan ekonomi global, perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China, serta harga minyak dunia yang belum stabil.

Baca: Neraca Perdagangan Defisit, Mendag: Kondisi Ekonomi Indonesia Masih Baik

“Pertumbuhan ekonomi ini di bawah ekspektasi karena ada kendala,” kata Suhariyanto,” ujar Suhariyanto, Kamis (13/6).

Suhariyanto menambahkan, kendala yang lain adalah investasi yang melambat. Pertumbuhan investasi (PMTB) pada kuartal I 2019 hanya tumbuh 5,03 persen dibandingkan 7,94 Persen pada kuartal I 2018.

Selain itu, kata dia, ekonomi Indoneisa terhambat karena pertumbuhan konsumsi tertahan akibat kenaikan harga tiket pesawat. Padahal, menurutnya, konsumsi rumah tangga  bisa tumbuh lebih tinggi jika tidak ada kendala kenaikan harga tiket pesawat.

“Transportasi itu dampaknya kemana-mana, angkutan udaranya itu sudah negatif itu,”  ucapnya.

Persoalan besar Indonesia lainnya adalah defisit neraca perdagangan. Berdasarkan data BPS, neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit 2,5 miliar dolar AS pada April 2019. Angka tersebut merupakan yang terendah sepanjang sejarah Indonesia.

Suhariyanto mengatakan, defisit tersebut terjadi karena harga komoditas ekspor andalan Indonesia sedang mengalami penurunan.

“Jadi dari komposisi ekspor impor ini, di internal kita masih punya PR untuk diversifikasi produk pasar dan menciptakan produk yang kompetitif, sementara eksternal perlambatan ekonomi global,” jelasnya. (sh/cnbcindonesia/ekonomi.bisnis)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*