Sumber: kumparan.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan defisit neraca perdagangan Indonesia mencapai US$2,5 miliar pada April 2019. Angka tersebut merupakan angka terburuk sepanjang sejarah Indonesia.

Meski demikian, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menilai kondisi perekonomian Indonesia saat ini masih cukup baik.  Sebab, penurunan ekspor yang sedang terjadi bukan karena kapasitas produksi di dalam negeri yang menurun, tetapi pengaruh harga komoditas di pasar internasional.

Baca: Jokowi Sebut Defisit Neraca Perdagangan Persoalan Besar

Enggar menyampaikan, Indonesia merupakan negara dengan pasar ekspor komoditas mentah yang sangat bergantung dengan pergerakan harga pasar, seperti minyak sawit mentah (Crude Palm Oils/CPO).

Dia menambahkan, kinerja ekspor juga dipengaruhi oleh sentimen hubungan dagang yang diberikan mitra dagang, seperti black campaign Uni Eropa.

“Misalnya, ekspor CPO ke India turun 72 persen karena (kebijakan) perbedaan tarif dari mereka. Mereka melihat defisit ke Indonesia cukup besar,” kata dia, Kamis (13/6).

Terkait peningkatan impor, Enggar mengaku tidak terlalu khawatir karena peningkatan terjadi pada barang modal.

“Kalau impor barang modal untuk saat ini saya tidak terlalu khawatir, karena itu persiapan industri dan infrastuktur heavy equipment,” ujarnya.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) mengatakan, perkembangan neraca perdagangan April 2019 banyak dipengaruhi pertumbuhan ekonomi global yang melambat dan harga komoditas ekspor Indonesia yang menurun.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko menuturkan, kondisi tersebut berdampak pada penurunan kinerja ekspor Indonesia.

“Ke depan, Bank Indonesia dan Pemerintah akan terus berkoordinasi mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik sehingga tetap dapat memperkuat stabilitas eksternal, termasuk prospek kinerja neraca perdagangan,” tuturnya. (sh/ekonomi.bisnis/cnnindonesia)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*