Sumber: Kompas

Jember, LiputanIslam.com — Pengamat politik Universitas Jember Hermanto Rohman MPA, menilai kabinet baru bernama Kabinet Indonesia Maju yang disusun oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin merupakan wacana dari kepentingan elit politik tahun 2024 mendatang.

“Kabinet itu mewacanakan peluang orang baru, non partisan, dan kontroversial yang praktis terbentuk karena bersatunya kepentingan parpol elit penguasa parlemen untuk back to zero 2024,” katanya di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (24/10).

Ia menilai kabinet baru seakan-akan didesain sebagai kabinet kerja untuk visi Indonesia Maju 2045, meskipun tantangannya adalah bagaimana menteri yang ditunjuk bisa membawa perubahan dan budaya kerja baru di peran vital, salah satunya pendidikan sebagai pilar pembangunan SDM yang menjadi sorotan isu yang menonjol.

“Profil Mendikbud yang ditunjuk lebih menonjol pada reorientasi pendidikan untuk menghadapi tantangan ekonomi dan kemajuan zaman, namun sejatinya pendidikan sebagai pembangunan karakter bangsa serta institusi mencetak budaya keilmuan belum tergambarkan,” ucap dosen administrasi publik FISIP Unej itu.

Mengenai isu ekonomi lainnya tidak jauh beda dengan kabinet yang lalu di sektor energi, sumber daya alam dan investasi dengan mempertahankan figur lama Luhut dan Airlangga sebenarnya menggambarakan pilihan pragmatis pada bumper kepentingan pemilik modal besar daripada pilihan idealis kedaulatan negara dalam pengelolaan sumberdaya dengan tersingkirnya Susi Pujiastuti.

Dalam penanganan isu politik, hukum dan HAM yang lemah pada pemerintahan Jokowi periode lalu, kini di Kabinet Indonesia Maju kental dengan pendekatan “represif” dengan negara harus kuat dan tegas terhadap isu radikaalisme dan intoleransi.

Namun ketakutan publik pada pola “represif” tersebut diminimalisir Jokowi dengan menawarkan sosok Mahfud MD sebagai koordinator dan figur sipil.

“Prediksi saya bahwa fakta kabinet untuk kepentingan politik 2024, sehingga tidak ada yang menonjol sebagai representasi kader partai tertentu (back to zero) maka bisa fokus untuk bekerja,” katanya.

Baca juga: Tidak Dimasukkan Kabinet, Demokrat Hormati Keputusan Presiden Jokowi

Sementara menurut pengamat kebijakan publik dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Dr. Slamet Rosyadi, Komposisi menteri dalam Kabinet Indonesia Maju sudah ideal secara politik maupun administratif.

“Komposisinya sudah bagus, secara politik dan administratif sudah ideal,” katanya di Purwokerto, Kamis.

Terlebih lagi, kata dia, dalam Kabinet Indonesia Maju banyak sosok baru yang selama ini dikenal publik sebagai figur yang kompeten dan profesional. (Ay/Antara)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*