Sumber: kabarnesia.com

Jakarta, LiputanIslam.com– Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Wahyudi Akmaliah mengungkapkan bahwa paham radikal (radikalisme) semakin berkembang menyasar berbagai kalangan, mulai dari generasi milenial hingga masyarakat umum. Bahkan berdasarkan penelitian yang ia lakukan, radikalisme juga mulai masuk pada kalangan menengah terdidik.

Hal itu disampaikan Wahyudi saat kegiatan bedah buku yang ia tulis berjudul “Politik Sirkulasi Budaya Pop: Media Baru, Pelintiran Agama, dan Pergeseran Otoritas” di Hotel Lumire Jakarta Pusat, Senin (16/9).

“Dari penjelasan hasil survei tersebut menunjukkan keterpaparan radikalisme di kalangan kelas terdidik bukan isapan jempol,” ujarnya.

Kepala Balai Litbang Agama Jakarta, Nuruddin menyampaikan hal yang sama, yakni bahwa kalangan menengah terdidik dan berkecukupan juga rentan terpapar radikalisme. “Jadi orang yang terdidik, kaya dan punya uang atau kelompok menengah itu sekarang juga rentan terhadap perilaku radikalisme,” ucapnya.

Baca: Rektor: Pancasila Bisa Tangkal Radikalisme dan Separatisme

Oleh karena itu, saat ini perlu dilakukan upaya serius untuk menangkal radikalisme. Masyarakat harus diberikan pemahaman keagamaan yang benar. Baik melalui lembaga-lembaga pendidikan maupun melalui berbagai kegiatan keagamaan, seperti pengajian.

“Di masyarakat itu aspek pemahamannya itu perlu diberikan nilai-nilai moderasi,” tambahnya. (aw/republika/

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*