Sumber: merdeka.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Pemerintah memutuskan akan mengimpor jagung untuk mengantisipasi penurunan produksi jagung akibat musim kemarau. Dalam hal ini, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengaku siap mengeluarkan izin impor jagung dalam waktu dekat.

Akan tetapi, Enggar mengatakan, pihaknya akan meminta rekomendasi Kementerian Pertanian (Kementan) sebelum surat izin tersebut dikeluarkan.

Baca: Ekspor Pertanian Sulsel Tembus Rp 800 M

“Kita akan minta rekomendasi dari Kementan, bahwa akan terjadi [dampak] kekeringan terhadap produksi dan stok jagung,” ucapnya Rabu (21/8).

Sementara itu, Pengamat Ekonomi Politik Pertanian Universitas Trilogi, Muhamad Karim mengatakan, pemerintah sebaiknya jangan gegabah dalam mengambil kebijakan impor jagung. Sebab, menurutnya, hal itu akan merugikan petani.

Menurut data Kementerian Pertanian (Kementan), produksi jagung pada tahun ini ditargetkan mencapai 33 juta ton, atau naik dari realisasi pada tahun lalu sebesar 28,92 juta ton.

“Artinya dari produksi jagung lokal dapat digunakan untuk kebutuhan konsumsi maupun kebutuhan lainnya. Kalau impor akan rugi karena dalam transaksi kan pakai kurs asing,” kata Karim, Kamis (22/8). (sh/republika/ekonomi.bisnis)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*