Sumber: kabar.news

Makassar, LiputanIslam.com— Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan ekspor komoditas pertanian dari Sulawesi Selatan (Sulsel) mencapai Rp 800 miliar. Dia mengaku sangat mengapresiasi kinerja petani Sulsel atas tren pertumbuhan pertanian ini.

Amran menyampaikan, saat ini ekspor pertanian dari wilayah Sulsel sudah bisa dilakukan secara langsung menuju negara tujuan ekspor. Jadi, tidak seperti sebelumnya yang harus transit dulu ke sejumlah wilayah.

“Sekarang sudah bisa ekspor ke Cina dan Eropa lewat Sulsel langsung, dulu kan masih transit di Lampung dan Surabaya,” ujarnya i Kabupaten Talakar, Sulsel, Jumat (12/4).

Dia menuturkan, tersedianya transportasi langsung ini akan memacu peningkatan volume ekspor di sektor pertanian. Dia menyebutkan, pihaknya telah memetakan sejumlah wilayah dengan potensi produksinya untuk mewujudkan target peningkatan ekspor komoditas pertanian Sulsel seperti Takalar, Gowa Jeneponto, dan Bantaeng.

Selain itu, Kementerian Pertanian berencana akan merealisasikan target pembangunan pabrik pakan. Sebab, para petani kerap memaksimalkan lahan tadah hujan dan juga gunung untuk ditanami jagung.

Amran memaparkan, sepanjang kurun 2014 hingga awal 2019, Kementan telah memberikan bantuan pertanian sebesar Rp 15,7 triliun. Bantuan ini dialokasikan ke sejumlah wilayah antara lain Kabupaten Takalar Rp 374,3 miliar, Gowa Rp 780,2 miliar, Jeneponto Rp 455,7 miliar, Bantaeng Rp 249,8 miliar, Bulukumba Rp 509,3 miliar, Sinjai Rp 335,8 miliar, dan Kabupaten Selayar Rp 440,3 miliar. (sh/republika)

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*