Sumber: beritasatu.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Dwi Andreas Santosa mengatakan pemerintah harus memperbaiki tata kelola garam.

Andreas menyampaikan, saat ini peningkatan produksi garam sedang terjadi, akan tetapi jika manajemen garam tidak tepat, maka produksi tidak akan terserap secara optimal.

“Tahun ini musim kemarau. Sudah jelas ketika kemarau produksi garam akan meningkat drastis. Sudah hukumnya ketika produksi berlebih harga akan jatuh,” ujar Andras, Jumat (5/7).

Baca: Masih Banyak Garam Impor Masuk ke Konsumsi

Dia menyebutkan, pada tahun lalu, volume impor garam yang mencapai 3,7 juta ton mengganggu penyerapan produksi garam lokal. Akibatnya, harga garam menjadi jatuh.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menuturkan, impor garam yang berlebih membuat harga garam di tingkat petambak anjlok.

Dia menilai, jika saja impor garam diatur di bawah 3 juta ton, harga garam tidak akan jatuh seperti sekarang.

“Kalau diatur impornya di bawah 3 juta ton kayak tempo hari kan harga di petani masih bisa Rp 2.000, Rp 1.500. Persoalannya impor terlalu banyak dan itu bocor,”

Untuk itu, perlu adanya perbaikan dalam tata kelola garam. Sebab, jika manajemen garam tidak tepat, persoalan anjloknya harga garam menjadi persoalan yang terus berulang. (sh/kompas/republika)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*